Ebook Aplikasi Perencanaan Struktur Gedung Dengan Etabs 2016

Ebook Aplikasi Perencanaan Struktur Gedung Dengan Etabs 2016

Ebook Aplikasi Perencanaan Struktur Gedung Dengan Etabs 2016 4,9/5 1395 reviews
Dengan

4 Issue 10, October 2017. ISSN (Online) 2348 – 7968 Impact Factor (2016) – 5.264. Junaidi, Agus, 2010, Perencanaan Struktur Gedung.

Mengingat bentuk struktur yang tidak beraturan, maka analisis terhadap beban gempa selain digunakan cara statik ekivalen dengan memperhitungkan puntiran akibat eksentrisitas gedung, juga dilakukan analisis dinamik Response Spectrum Analysis dan Time History Analysis. Struktur bangunan dirancang mampu menahan gempa rencana sesuai peraturan berlaku yaitu SNI 03-1726-2002 tentang Tatacara Perencanan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung. Konsep perancangan konstruksi didasarkan pada analisis kekuatan batas ( ultimate-strength) yang mempunyai daktilitas cukup untuk menyerap energi gempa sesuai peraturan yang berlaku. Berat sendiri elemen struktur (BS) yang terdiri dari kolom, balok dan plat dihitung secara otomatis dalam ETABS dengan memberikan faktor pengali berat sendiri ( self weight multiplier) sama dengan 1. Beban mati tambahan (MATI) yang bukan merupakan elemen struktur seperti misalnya finishing lantai, dinding, partisi, dll., dihitung berdasarkan berat satuan ( spesific gravity) menurut Tata Cara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (SNI 03-1727-1989-F).

Ebook aplikasi perencanaan struktur gedung dengan etabs 2016 download

Distribusi beban mati pada plat dan distribusi beban mati pada balok dapat dilihat pada gambar. • Beban Hidup ( Live Load). Beban hidup (HIDUP) yang bekerja pada lantai bangunan tergantung dari fungsi ruang yang digunakan. Besarnya beban hidup lantai bangunan berdasarkan Tata Cara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (SNI 03-1727-1989-F). Beban hidup pada lantai di- input ke ETABS sebagai shell/area load ( uniform) yang didistribusikan secara otomatis ke balok lantai sebagai frame/line load. Beban hidup pada balok berupa frame/line load yang ditimbulkan oleh reaksi tangga akibat beban hidup yang besarnya = 17.64 kN/m. Distribusi beban hidup pada balok dapat dilihat pada gambar.

• Beban Gempa ( Earthquake). Beban gempa dihitung berdasarkan Tatacara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1726-2002) dengan 3 metode yaitu cara Static Ekivalen, cara Dinamik dengan Spectrum Respons Analysis dan cara Dinamik dengan Time History Analysis. Dari hasil analisis ketiga cara tersebut diambil kondisi yang memberikan nilai gaya/momen terbesar sebagai dasar perencanaan. Dalam analisis struktur terhadap beban gempa, massa bangunan sangat menentukan besarnya gaya inersia akibat gempa. Dalam analisis modal ( modal analysis) untuk penentuan waktu getar alami / fundamental struktur, mode shape dan analisis dinamik dengan Spectrum Respons maupun Time History, maka massa tambahan yang di- input pada ETABS meliputi massa akibat beban mati tambahan dan beban hidup yang direduksi dengan faktor reduksi 0,5. Dalam hal ini massa akibat berat sendiri elemen struktur (kolom, balok, dan plat) sudah dihitung secara otomatis karena factor pengali berat sendiri ( self weight multiplier) pada Static Load Case untuk BS adalah = 1.

Dalam analisis struktur terhadap beban gempa, plat lantai dianggap sebagai diafragma yang sangat kaku pada bidangnya, sehingga masing-masing lantai tingkat didefinisikan sebagai diafragma kaku. Pusat massa lantai tingkat yang merupakan titik tangkap beban gempa statik ekuivalen pada masing-masing lantai diafragma, koordinatnya dapat dilihat seperti pada gambar.

Sebelum dilakukan analisis struktur, perlu dilakukan penyesuaian parameter perencanaan konstruksi beton menurut American Concrete Institute (ACI 318-99) terhadap Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung (SNI 03-2847-1992). Penyesuaian dilakukan dengan mengubah ketentuan ( Options) untuk perencanaan konstruksi beton ( Concrete Frame Design) seperti terlihat pada Gambar. Faktor reduksi kekuatan yang digunakan untuk perencanaan konstruksi beton untuk lentur dan tarik diambil 0,8 dan untuk geser diambil 0,75. • Asumsi yang digunakan dalam analisis. Analisis struktur dilakukan dengan 6 derajat kebebasan ( Degree of Freedom) Full 3D ( space-frame) dengan model diafragma lantai kaku baik untuk analisis statik maupun dinamik. Analisis dinamik ( Modal Analysis) dilakukan dengan metode Eigen vectors dengan mengambil jumlah mode = 12. Deformasi struktur kecil dan material isotropic, sehingga digunakan analisis linier dengan metode matrik kekakuan langsung ( direct stiffness matriks).

Dalam hal ini efek P-delta pada kolom sangat kecil sehingga diabaikan. Pro Momen akibat gempa arah X dengan metode statik ekuivalen, respons spectrum dan time history seperti terlihat pada Gambar. Gaya geser akibat gempa arah X dengan metode statik ekuivalen, respons spectrum dan time history seperti terlihat pada Gambar.

Ebook Aplikasi Perencanaan Struktur Gedung Dengan Etabs 2016
© 2019